Tempatnya Berbagai Info Penulis

Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Maret 2023

Pengertian, Unsur, dan Tujuan Komunikasi


Pengertian Komunikasi

Komunikasi merupakan hal yang penting bagi kehidupan untuk proses interaksi. Sebagai makhluk sosial, manusia dalam kelompok masyarakat, dalam menjalani aktivitas sejak bangun hingga tidur kembali senantiasa terlibat dalam kegiatan komunikasi. Bila ditelisik lebih dalam manusia dalam menjalani kehidupan kesehariannya sebagian diisi dengan kegiatan komunikasi. Mulai dari mengobrol, menonton TV, membaca Koran dan sebagainya.

Secara etimologi (bahasa) komunikasi berasal dari kata communico (berbagi), kemudian berkembang ke dalam bahasa latin communis yang berarti sama. Bahasa latin communis memiliki arti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Secara bahasa komunikasi bisa diartikan kegiatan berbagi atau penyampaian (pesan) dari satu orang ke yang lain dengan tujuan mencapai kebersamaan atau pemahaman melalui sebuah pesan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) komunikasi didefinisikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Secara terminologi ada banyak ahli yang memberikan pendapat mengenai definisi “komunikasi”. Beberapa pendapat para ahli tersebut antara lain :

  1. Menurut J.A Devito, komunikasi merupakan suatu tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.
  2. Menurut Hovland, Jains, dan Kelley, komunikasi adalah suatu proses melalui dimana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya bentuk kata-kata) dengan tujuan untuk membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
  3. Menurut Wursanto, komunikasi adalah proses kegiatan pengoperan/penyampaian warta/berita/informasi yang menganding arti dari satu pihak (seseorang atau tempat) kepada pihak lain dalam usaha mendapatkan saling pengertian.
  4. Menurut Edward Depari, komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan, pesan yang disampaikan melalui lambang tertentu yang mengandung arti yang dilakukan oleh penyampai pesan ditujukan kepada penerima pesan.
  5. Menurut Lasswell, komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas bisa disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu pengiriman pesan yang mengandung arti dari seorang komunikator (pemberi pesan) kepada komunikan (penerima pesan) dengan tujuan tertentu.

Unsur-Unsur Komunikasi

Suatu komunikasi dapat dikatakan terjadi apabila terdapat unsur-unsurnya, berikut unsur-unsur komunikasi antara lain :

- Komunikator

Komunikator adalah seseorang atau pihak yang berperan dalam menyampaikan atau mengirim pesan kepada komunikan. Dalam komunikasi komunikator sangat penting karena mengerti tidaknya komunikan tergantung cara penyampaian komunikator. Persamaan makna antara yang disampaikan dengan yang diterima sangat bergantung pada komunikator.

- Komunikan

Komunikan adalah seseorang atau pihak berperan sebagai penerima pesan dari komunikator. Komunikan atau penerima pesandapat terdiri dari satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok, partai atau negara. Komunikan adalah elemen penting dalam komunikasi karena dialah yang menjadi sasaran dalam komunikasi. Komunikan harus dapat memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator

- Pesan

Pesan adalah sesuatu yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan dan memiliki makna. Pesan dapat berupa verbal ataupun non verbal. Pesan verbal dapat berupa lisan dan tulisan, seperti telepon, radio, surat, dan memo. Sedangkan pesan non verbal dapat berupa isyarat, gambar, simbol dan sebagainya.

- Media

Media adalah alat atau sarana yang digunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan kepada komunikan atau sarana bagi komunikan untuk memberikan feedback (balasan) kepada komunikator. Suatu pesan dapat disampaikan melalui berbagai media contohnya surat, radio, telephon dan sebagainya.

- Efek

Efek adalah perbedaan antara apa yag dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa diartikan perubahan yang terjadi pada pengetahuan, sikap atau tingkah laku seseorang akibat menerima pesan.

- Feedback

Feedback atau umpan balik adalah respon atau tanggakan komunikan setelah mendapatkan pesan dari komunikator. Dalam komunikasi yang dinamis antara komunikator dengan komunikan akan saling terus menerus bertukar pesan.

Tujuan Komunikasi

Komunikasi dilakukan memiliki beberapa tujuan, apabila diperinci maka :

  • Social Change (Perubahan Sosial). Komunikasi dilakukan dengan orang lain, diharapkan akan ada perubahan sosial dalam kehidupannya, seperti halnya kehidupannya akan lebih baik sebelum berkomunikasi.
  • Attitude Change (Perubahan Sikap). Seseorang melakukan komunikasi juga berhadap akan terjadi perubahan sikap.
  • Opinion Change (Perubahan Pendapat). Komunikasi dilakukan juga mempunyai harapan untuk mengubah pendapat orang lain.
  • Behavior Change (Perubahan Perilaku). Seseorang berkomunikasi juga ingin mengadakan perubahan perilaku.


Minggu, 05 Maret 2023

Pengertian, Fungsi, Ciri, dan Wujud Kebudayaan

budaya

Pengertian Kebudayaan

Secara bahasa kata budaya berasal dari bahasa sansekerta “Buddhyah” yang merupakan bentuk jamak dari “Budhi” yang memiliki arti akal atau budi. Budaya merupakan segala hal yang bersangkutan dengan akal. Selain itu budaya juga berarti “budi dan daya” atau daya dari budi. Jadi budaya secara bahasa adalah segala daya dari budi, yakni cipta, rasa, dan karsa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya adalah pikiran, akal budi, hasil, adat istiadat atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sulit diubah. Dalam kehidupan sehari-hari umumnya budaya disamakan dengan tradisi. Tradisi sendiri diartikan sebagai kebiasaan masyarakat yang tampak.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh kelompok dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur seperti agama, politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan dan karya seni. Kebudayaan sangatlah kompleks mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat dan kebiasaan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat.

Definisi terkait kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Berikut beberapa pendapat para ahli terkait definisi dari kebudayaan.

  1. Menurut Edward Burnett Taylor, kebudayaan atau peradaban adalah semesta kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moralitas, hukum, adat istiadat, serta berbagai macam bentuk kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  2. Menurut Koentjoroningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dan belajar.
  3. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
  4. Menurut Franz Boas, kebudayaan mencakup segala macam bentuk manifestasi dari perilaku sosial suatu komunitas, reaksi-reaksi dari individu yang dipengaruhi oleh kebiasaan yang dimiliki oleh kelompok tempat dimana ia hidup,dan juga hasil dari aktivitas-aktivitas manusia yang ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan ini.
  5. Menurut Parsudi Suparlan, kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasi dan memahami lingkungan yang dihadapi, dan untuk menciptakan serta mendorong terwujudnya kelakuan.

Fungsi Kebudayaan

Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengeri bagaimana seharusnya bertindak dan benbuat dalam rangka berhubungan dengan orang lain dalam kelompok masyarakat. Apabila diperinci maka kebudayaan berfungsi sebagai berikut :

  • Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
  • Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kehiudupan lainnya
  • Pembimbing kehidupan manusia
  • Pembeda antar manusia dan binatang

Ciri-Ciri Kebudayaan

Beberapa macam ciri kebudayaan antara lain sebagai berikut :

  • Budaya bukan bawaan tapi dipelajari
  • Budaya dapat disampaikan dari orang ke orang lain, kelompok ke kelompok yang lain, dan generasi ke generasi
  • Budaya berdasarkan simbol
  • Budaya bersifat dinamis, suatu sistem yang terus berubah sepanjang waktu
  • Budaya bersifat selektif, merepresentasikan pola-pola perilaku pengalaman manusia yang jumlahnya terbatas
  • Berbagai unsur budaya memiliki keterkaitan
  • Menganggap budaya sendiri sebagai yang terbaik atau standar untuk menilai kebudayaan lain (Etnosentrik)

Wujud Kebudayaan

Secara umum wujud kebudayaan ada 3 (Pendapat Koentjaraningrat), yakni :

  • Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya. Wujud ini bersifat abstrak berupa nilai-nilai yang dianut dan dipahami.
  • Wujud kebudayaan sebagai kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud ini bisa berupa sistem sosial.
  • Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Wujud ketiga ini berupa keseluruhan benda fisik yang merupakan hasil karya manusia.

Minggu, 25 Desember 2022

Pengertian, Unsur, dan Tujuan Komunikasi

 


Pengertian Komunikasi

Komunikasi merupakan hal yang penting bagi kehidupan untuk proses interaksi. Sebagai makhluk sosial, manusia dalam kelompok masyarakat, dalam menjalani aktivitas sejak bangun hingga tidur kembali senantiasa terlibat dalam kegiatan komunikasi. Bila ditelisik lebih dalam manusia dalam menjalani kehidupan kesehariannya sebagian diisi dengan kegiatan komunikasi. Mulai dari mengobrol, menonton TV, membaca Koran dan sebagainya.

Secara etimologi (bahasa) komunikasi berasal dari kata communico (berbagi), kemudian berkembang ke dalam bahasa latin communis yang berarti sama. Bahasa latin communis memiliki arti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Secara bahasa maka komunikasi bisa diartikan kegiatan berbagi atau penyampaian (pesan) dari satu orang ke yang lain dengan tujuan mencapai kebersamaan atau pemahaman melalui sebuah pesan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) komunikasi didefinisikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Secara terminologi ada banyak ahli yang memberikan pendapat mengenai definisi “komunikasi”. Beberapa pendapat para ahli tersebut antara lain :

  1. Menurut J.A Devito, komunikasi merupakan suatu tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.
  2. Menurut Hovland, Jains, dan Kelley, komunikasi adalah suatu proses melalui dimana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya bentuk kata-kata) dengan tujuan untuk membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
  3. Menurut Wursanto, komunikasi adalah proses kegiatan pengoperan/penyampaian warta/berita/informasi yang menganding arti dari satu pihak (seseorang atau tempat) kepada pihak lain dalam usaha mendapatkan saling pengertian.
  4. Menurut Edward Depari, komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan, pesan yang disampaikan melalui lambing tertentu yang mengandung arti yang dilakukan oleh penyampai pesan ditujukan kepada penerima pesan.
  5. Menurut Lasswell, komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas bisa disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu pengiriman pesan yang mengandung arti dari seorang komunikator (pemberi pesan) kepada komunikan (penerima pesan) dengan tujuan tertentu.

Unsur-Unsur Komunikasi

Suatu komunikasi dapat dikatakan terjadi apabila terdapat unsur-unsurnya, berikut unsur-unsur komunikasi antara lain :

Komunikator

Komunikator adalah seseorang atau pihak yang berperan dalam menyampaikan atau mengirim pesan kepada komunikan. Dalam komunikasi komunikator sangat penting karena mengerti tidaknya komunikan tergantung cara penyampaian komunikator. Persamaan makna antara yang disampaikan dengan yang diterima sangat bergantung pada komunikator.

Komunikan

Komunikan adalah seseorang atau pihak berperan sebagai penerima pesan dari komunikator. Komunikan atau penerima pesandapat terdiri dari satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok, partai atau negara. Komunikan adalah elemen penting dalam komunikasi karena dialah yang menjadi sasaran dalam komunikasi. Komunikan harus dapat memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator

Pesan

Pesan adalah sesuatu yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan dan memiliki makna. Pesan dapat berupa verbal ataupun non verbal. Pesan verbal dapat berupa lisan dan tulisan, seperti telepon, radio, surat, dan memo. Sedangkan pesan non verbal dapat berupa isyarat, gambar, simbol dan sebagainya.

Media

Media adalah alat atau sarana yang digunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan kepada komunikan atau sarana bagi komunikan untuk memberikan feedback (balasan) kepada komunikator. Suatu pesan dapat disampaikan melalui berbagai media contohnya surat, radio, telephon dan sebagainya.

Efek

Efek adalah perbedaan antara apa yag dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa diartikan perubahan yang terjadi pada pengetahuan, sikap atau tingkah laku seseorang akibat menerima pesan.

Feedback

Feedback atau umpan balik adalah respon atau tanggakan komunikan setelah mendapatkan pesan dari komunikator. Dalam komunikasi yang dinamis antara komunikator dengan komunikan akan saling terus menerus bertukar pesan.

Tujuan Komunikasi

Komunikasi dilakukan memiliki beberapa tujuan, apabila diperinci maka :

  • Social Change (Perubahan Sosial). Komunikasi dilakukan dengan orang lain, diharapkan akan ada perubahan sosial dalam kehidupannya, seperti halnya kehidupannya akan lebih baik sebelum berkomunikasi.
  • Attitude Change (Perubahan Sikap). Seseorang melakukan komunikasi juga berhadap akan terjadi perubahan sikap.
  • Opinion Change (Perubahan Pendapat). Komunikasi dilakukan juga mempunyai harapan untuk mengubah pendapat orang lain.
  • Behavior Change (Perubahan Perilaku). Seseorang berkomunikasi juga ingin mengadakan perubahan perilaku.

Minggu, 09 Oktober 2022

Pengertian, Proses Terjadi, Kriteria dan Sifat Stratifikasi Sosial

Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial merupakan istilah yang menunjukkan perbedaan kelas dalam masyarakat. Secara etimologi stratifikasi diambil dari bahasa Yunani ‘Stratum’, yang berarti lapisan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Stratifikasi adalah pembedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat ”hierarkis” , yang diwujudkan dalam kelas tinggi, kelas sedang dan kelas rendah. Stratifikasi sosial sering disebut juga pengelompokan secara vertikal. Sistem lapisan dalam masyarakat merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakatyang hidup teratur.

Perbedaan kedudukan akan menimbulkan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial dalam masyarakat. Yang perwujudan dari adanya stratifikasi sosial adalah adanya perbedaan golongan tingkat kedudukan atau kelas. Adanya tingkat kedudukan atau sistem berlapis-lapis dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya melalui proses pertumbuhan masyarakat, tetapi dapat pula terjadi dengan sengaja disusun bersama untuk mengejar tujuan bersama.

Beberapa pengertian stratifikasi sosial menurut para ahli adalah sebagai berikut :

  • Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial adalah suatu ciri khas yang tetap pada setiap kelompok sosial yang berjalan teratur. Stratifikasi sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas dengan skala bertingkat.
  • Menurut Bruce J. Cohen, stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.
  • Menurut Max Weber, stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese, dan prestise.
  • Menurut Astrid S. Susanto, stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antar manusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal maupun horizontal dalam masyarakat.
  • Menurut Soerjono Soekanto, stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan berbeda-beda secara vertikal. Biasanya stratifikasi didasarkan pada kedudukan yang diperoleh melalui serangkaian usaha perjuangan.

Proses Terjadinya Stratifikasi Sosial

Proses terjadinya stratifikasi sosial dapat dibedakan atas 2, yakni :

  • Terbentuk dengan sendirinya, biasanya diakibatkan karena kepandaian, tingkat umur, sifat keaslian keanggotaan dan kepemilikan harta yang diwariskan.
  • Sengaja disusun, biasanya berkaitan dengan pembagian kekuasaan dan wewenang resmi dalam organisasi formal.

Kriteria Terbentuknya Stratifikasi Sosial

Ada beberapa kriteria atau ukuran yang biasa dijadikan dasar terbentuknya stratifikasi sosial, kriteria ini adalah :

Kekayaan

Kekayaan (materi) dapat dijadikan kriteria dalam penempatan individu ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada. Kekayaan bisa dilihat harta benda dan barang berharga seperti rumah, kendaraan, dan pakaian. Biasanya seseorang yang memiliki kekayaan paling banyak akan tergolong laposan teratas dalam stratifikasi sosial, sebaliknya yang tidak memiliki kekayaan atau sedikit digolongkan ke dalam lapisan yang rendah.

Kekuasaan

Seseorang yang mempunyai kekuasaan paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat. Jika kekuasaan yang dimiliki tinggi maka akan dibandang lebih hormat, berbeda jika kekuasaan yang dimiliki rendah.

Kehormatan

Orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dalam sistem pelapisan sosial masyarakat. Ukuran kehormatan sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka yang mempunyai jasa banyak kepada masyarakat, para orang tua atau orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur akan dihormati dan disenagi masyarakat.

Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan juga dijadikan sebagai ukuran dalam pelapisan sosial di masyarakat. Semakin tinggi pendidikan yang dimiliki, semakin tinggi pula kedudukan sosial dalam masyatakat. Prestasi pendidikan tinggi yang diperoleh seseorang akan menempatkan posisi sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan pendidikan tinggi.

Sifat-Sifat Stratifikasi Sosial

Secara umum sifat stratifikasi sosial dapat dibagi menjadi 3,yakni :

Stratifikasi Terbuka

Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi dimana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah dari satu tingkatan ke tingkatan yang lain, entah itu naik atau turun. Dalam stratifikasi ini akan terdapat kompetisi untuk mencapai lapisan yang diinginkan.

Stratifikasi Tertutup

Stratifikasi sosial tertutup adalah stratifikasi dimana tiap anggotanya tidak dapat berpindah ke tingkatan yang lebih tinggi atau lebih rendah. Satu-satunya cara untuk mendapat lapisan tersebut hanya melalui kelahiran. Contoh stratifikasi tertutup dapat ditemukan di India, dimana mereka masih menganut sistem kasta.

Stratifikasi Campuran

Stratifikasi sosial campuran adalah gabungan antara stratifikasi sosial terbuka dan tertutup. Untuk dapat berpundah ke lapisan sosial yang lain, seseorang harus pindah ke daerah yang lapisan sosialnya lebih berkarakter terbuka.

Senin, 03 Oktober 2022

Pengertian, Ciri, dan Bentuk Diferensiasi Sosial



Pengertian Diferensiasi Sosial

Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat tentunya banyak sekali perbedaan didalamnya, tidak ada manusia yang sama persis. Ada berbagai perbedaan yang bisa ditemukan seperti perbedaan agama, ras, usia, profesi dan masih banyak perbedaan lainnya. Perbedaan inilah yang bisa disebut diferensiasi sosial.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diferensiasi adalah suatu proses pembedaan hak dan kewajiban masyarakat berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Kata diferensiasi secara terminologi berasal dari bahasa inggris different yang berarti berbeda. Diferensiasi sosial merupakan penggolongan masyarakat secara sejajar atau horizontal berdasarkan ciri-ciri tertentu seperti ras, agama, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Penggolongan secara horizontal adalah setara, tidak ada kelompok sosial tertentu yang menempati posisi lebih tinggi atau rendah. Dapat dikatakan bahwa perbedaan yang dihasilkan dari diferensiasi sosial adalah perbedaan yang tidak memilki tingkatan atau jenjang. Diferensiasi sosial terjadi karena seorang individu atau kelompok secara biologis dan fisik berbeda.

Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Ciri fisik, diferensiasi ini timbul karena adanya perbedaan ciri fisik tertentu, seperti warna kulit, warna mata, bentuk rambut dan ciri fisik lainnya yang dapat dilihat.
  • Ciri sosial, diferensiasi ini timbul karena adanya perbedaan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat, seperti perbedaan profesi, jabatan, atau kekuasaan.
  • Ciri budaya, diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianut seperti religi, sistem kekeluargaan, keuletan, dan ketangguhan. Hasil dari nilai yang dianut masyarakat dapat dilihat dari pakaian adat, bahasa, kesenian, arsitektur, dan agama.

Bentuk Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, antara lain :

Diferensiasi Sosial Berdasarkan Ras

Ras adalah penggolongan individu berdasarkan kesamaan fisik yang dibawa sejak lahir. Ras secara biologis sudah melekat pada diri manusia dan tidak bisa dihilangkan. Terdapat cirri-ciri fisik khas yang dimiliki oleh manusia untuk membedakan golongan ras, seperti postur tubuh, bentuk dan warna rambut, bentuk dan warna mata, warna kulit, bentuk hidung, bentuk wajah dan lain sebagainya.

Diferensiasi Sosial Berdasarkan Agama

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religious namun pluralistik. Hal ini karena terdapat kelompok-kelompok masyarakat yang didasarkan atas agama yang dianut oleh masing-masing kelompok.

Agama tidak dapat dijadikan sebagai faktor penentu bahwa individu memiliki derahat lebih tinggi atau rendah karena agama yang dianutnya. Individu yang memiliki untuk menganut agama tertentu harus dan sudah siap serta dengan yakin bahwa apa yang diyakininya itu benar, karena itu agama tidak dapat dibandingkan.

Diferensiasi Sosial Berdasarkan Jenis Kelamin/Gender

Gender merupakan perbedaan psikologis, sosial, dan budaya antara laki-laki dan perempuan. Secara biologis laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan ciri fisik. Ada banyak label yang melekat pada seseorang berdasarkan jenis kelaminnya, hal ini tentunya bisa menimbulkan diferensiasi sosial. Namun pada perkembangannya, utamanya masyarkat perkotaan modern, label-label tersebut mulai luntur turut adanya gerakan emansipasi wanita.

Diferensiasi Sosial Berdasarkan Profesi

Profesi atau pekerjaan merupakan kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam rangka memperoleh sumber penghasilan. Dalam kelompok masyarakat tentunya profesi antara individu satu dengan yang lain pasti berbeda, hal inilah yang menyebabkan terbentuknya diferensiasi sosial.

Diferensiasi Sosial Beradasarkan Suku Bangsa

Ciri yang paling menonjol dari identitas suku bangsa adalah bahasa dan kebudayaan. Diferensiasi sosial berdasarkan suku bangsa sering ditunjukkan dengan adanya perbedaan bahasa dan kebudayaan yang ada dalam kelompok masyarakat.

Kamis, 15 September 2022

Pengertian, Tujuan, Bentuk, dan Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi

Sosialisasi


Pengertian Sosialiasi

Pada dasarnya manusia dalam menjalani kehidupan selalu bergantung dan memerlukan bantuan orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan sosialisasi dengan orang lain untuk interaksi. Sosialisasi adalah rantai penting dalam sistem sosial masyarakat. Sosialisasi sangat penting, karena bila tak ada sosialisasi maka tujuan yang dimaksudkan untuk diri sendiri ataupun orang lain tidak bisa tercapai.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Sosialisasi adalah proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dalam lingkungannya. Secara umum sosialisasi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan, nilai atau aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Melalui proses sosialisasi seseorang dapat memahami dan menjalankan hak dan kewajibannya berdasarkan peran dan status masing-masing sesuai budaya masyarakat.

Bagi individu sosialisasi berfungsi sebagai pedoman dalam belajar mengenal dan menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat. Sedangkan bagi masyarakat, sosialisasi berfungsi sebagai alat untuk melestarikan, menyebarkan, dan mewariskan nilai, norma serta kepercayaan dalam masyarakat. Adapun beberapa pendapat para ahli terkait sosialisasi antara lain :

  • Menurut Maclever, sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.
  • Menurut David A. Goslin, sosialisasi adalah proses belajar yang di alami seorang untuk memperoleh pengetahuan keterampilan, nilai-nilai dan norma-norma agar ia dapat berpartisipasi sebagai anggota dalam kelompok masyarakat.
  • Menurut Charlotte Buhler, sosialisasi adalah suatu proses yang membantu anggota masyarakat untuk belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompok tersebut.
  • Menurut Asep Mulyana, dkk dalam Modul Sosiologi Paket C, sosialisasi adalah proses yang berkaitan dengan cara individu memahami kehidupan sosial seperti norma dan nilai yang berlaku dalam kelompoknya.
  • Menurut Edward S. Greenberg, sosialisasi adalah suatu proses untuk mentransformasikan individu kepada pihak luar agar dapat ikut serta berpartisipasi secara aktif sebagai anggota suatu organisasi.

Tujuan Sosialisasi

Tujuan sosialisasi apabila diperinci antar lain :

  • Agar setiap anggota masyarakat mengetahui nilai-nilai dan norma yang ada pada suatu kelompok masyarakat
  • Agar individu dapat mengendalikan fungsi organik melalui proses pelatihan mawas diri yang tepat
  • Agar setiap anggota masyarakat memahami suatu lingkungan sosial dan budaya, baik lingkungan tempat tinggal seseorang maupun lingkungan baru
  • Agar individu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, misalnya kemampuan membaca, menulis, dan lainnya
  • Untuk melatih ketrampilan dan pengetahuan individu dalam melangsungkan hidup bermasyarakat
  • Agar di dalam individu tertanam nilai-nilai dan kepercayaan yang ada di masyarakat

Bentuk Sosialiasi

Secara umum bentuk sosialisasi dapat dibagi atas 2 jenis, yakni :

Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer merupakan sosialisasi pertama individu semasa dengan belajar menjadi keluarga atau anggota masyarakat. Sosialisasi primer berlangsung saat anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungannya, hingga mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarga. Sosialisasi primer menjadi pintu bagi individu untuk memasuki keanggotaan masyarakat.

Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah proses lanjutan dari sosialisasi primer, dimana proses berikutnya memperkenalkan individu yang telah disosialisasikan ke dalam kelompok tertentu pada masyarakat. Pada tahap ini individu mulai belajar mengenali lingkungannya diluar keluarga, baik itu nilai dan norma yang ada di lingkungan masyarakat.

Kedua proses sosialisasi ini terjadi di dua tempat, yakni tempat tinggal dan tempat kerja. Dalam dua tempat tersebut terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkurungm dan diatur secara formal.

Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi

a. Faktor Eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri individu yang melakukan proses sosialisasi tersebut. Faktor eksternal ini contohnya norma-norma, sistem sosial, sistem budaya, sistem mata pencaharian yang ada di masyarakat.

b. Faktor Internal, merupakan faktr yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi. Contoh faktor internal seperti pembawaan ataupun warisan biologis termasuk kemampuan yang dimiliki seseorang.

Back To Top