Tempatnya Berbagai Info Penulis

Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juni 2018

Cara Membuat Pop Up Book


Pop up book cukup digemari kawula muda karena keunikannya. Bagaimana tidak unik, lha wong dengan membuka bukunya atau dengan menarik tuas di dalamnya saja bisa memunculkan sesuatu dari buku, atau membuat fitur di dalam buku bisa berputar, mekar, mengembang, bergerak-gerak, membuka-melipat, dan lain sebagainya. Semakin tinggi kreativitas seseorang, semakin bagus dan keren pop up book yang dihasilkan.

Sebagai pemula, kita cukup belajar untuk membuat pop up book yang sederhana dulu. Seiring dengan waktu, kita bisa meningkatkan keterampilan dan membuat pop up book yang lebih rumit dan keren.

Nah, berikut ini contoh langkah-langkah konkrit bagaimana membuat pop up book dari awal hingga benar-benar jadi. Buku ini berisi tentang gambaran suasana 4 musim pada iklim subtropis. Ketika satu halaman dibuka, akan muncul bentuk orang-orang yang beraktivitas pada setting musim tertentu. Pada halaman selanjutnya, berganti setting musim dan bentuk aktivitas orang-orangnya.

Cara Membuat Pop Up Book:

1.      Membuat desain latar belakang (background) dan latar tanah menggunakan MS Word dengan ukuran kertas A4. Kertas A4 dibagi menjadi 2 bagian. Bagian atas merupakan desain latar belakang (penampang yang dilihat dari depan) dan bagian bawah merupakan latar tanah (penampang yang dilihat dari atas). Desain ini terdiri dari musim semi, panas, gugur, dan dingin.

2.      Menentukan isian apa saja yang akan dimasukkan ke dalam setiap musim. Isian berupa aktivitas manusia yang berhubungan dengan musim tersebut.




3.      Mencetak desain latar belakang dan latar tanah di kertas buffalo putih polos. Isian juga dicetak secara terpisah dari latar belakang.


4.  Isian digunting sesuai bentuk gambarnya. Kemudian ditentukan di mana akan diletakkan masing-masing isian tersebut sesuai desain yang telah dibuat.


5.    Langkah selanjutnya yaitu membuat penyangga. Fungsinya yaitu untuk menyangga isian agar bisa berdiri ketika bukunya dibuka. Penyangga lebarnya 1 cm, dengan tinggi juga 1 cm dari tanah. Caranya yaitu pertama, dari garis temu (horizontal) antara latar belakang dan latar tanah ditarik garis ke atas (di area latar belakang) sepanjang 1 cm. Ini akan menentukan tinggi penyangga 1 cm. Kemudian yang kedua, tarik ke bawah (di area latar tanah) hingga titik dimana isian akan berdiri. Garis ini kemudian dipotong dengan cutter. Di sebelah garis tersebut dengan jarak 1 cm dipotong lagi dengan panjang yang sama dan sejajar.

6.      Kemudian isian ditempelkan ke penyangga. Hal ini dilakukan ke semua musim.

  


7. Tahap selanjutnya yaitu menyatukan semua musim menjadi satu buku. Urutan musimnya yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin. Untuk menyatukan musim semi dengan musim panas, caranya yaitu latar tanah musim semi ditempelkan ke latar belakang musim panas. Hal yang sama juga dilakukan ke musim yang lain sesuai urutan.


8.   Setelah semua musim ditempelkan menjadi satu, selanjutnya adalah memberi sampul agar lebih rapi. 

9.     Pop up book telah selesai dibuat.

Membuat pop up book sebenarnya mudah kok, hanya perlu telaten dan memahami teknik / cara bagaimana agar isian atau fitur di dalam buku bisa berdiri, berputar, bergerak, dan lainnya.

Kamis, 31 Mei 2018

Kalimat A Sampai Z


Sobat, untuk menjadi seorang penulis memang memerlukan proses belajar. Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan untuk menjadi penulis yaitu kemampuan membuat aluryang enak dibaca dimana kalimat yang satu nyambung dengan kalimat yang lain. Untuk melatih kemampuan ini, salah satu cara yang bisa dipakai yaitu membuat sebuah tulisan dimana setiap kalimatnya diawali huruf sesuai urutan alfabet.

Berikut ini adalah contoh membuat tulisan dengan kalimat yang diawali urutan huruf alfabet. Kelihatan rada-rada maksa sih menyambungkan antarkalimatnya. Hehe, maklum, ini hasil percobaan saya yang pertama. Saya menyebutnya “Kalimat A-Z”...

kalimat A-Z

Ada banyak kata-kata mutiara, hikmah, slogan, motivasi,yang bisa kita jumpai selama hidup kita.

“Bersih itu indah” misalnya.

Cukup ringan untuk diucapkan bukan?

Dan seperti terlihat remeh karena sejak kecil kita sudah sering mendengar dan membaca kata-kata itu walaupun hingga saat ini kita belum tentu bisa menerapkan kata-kata itu dengan benar.

Entahlah, mungkin sudah menjadi “budaya” sebagian masyarakat kita bersikap kurang perhatian terhadap yang namanya kebersihan.

Faktanya, kepedulian masyarakat kita memang kalah dengan negara tetangga.

Gimana bisa tercipta suasana yang bersih kalau kesadaran masyarakatnya saja kurang.

Haruskah menunggu musibah datang dahulu untuk bisa sadar?

Itu merupakan hal yang tidak kita inginkan bukan?

Jadi, ayo bertindak sekarang juga mewujudkan kata-kata “bersih itu indah” itu.

Kita pegang komitmen dan konsisten kita dalam mewujudkannya.

Lalu, apa yang kita dapatkan dari itu semua?

Manfaat, kebaikan, dan keindahan dari “bersih” yang kita wujudkan akan kembali kepada kita dan masyarakat.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan bahwa bersih yang dimaksud bukan hanya bersih dalam hal fisik dan lingkungan tetapi juga bersih secara keseluruhan dalam hal pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Otomatis keindahan yang terwujud juga akan lebih menyeluruh, bukan hanya keindahan dalam hal fisik saja karena apa guna kebersihan secara fisik jika pikiran, perkataan, dan perbuatan masyarakatnya tidak bersih.

Perlu adanya kesadaran diri dan sikap dewasa pada diri kita agar tidak mementingkan ego sendiri karena untuk mewujudkan kebersihan yang menyeluruh itu perlu usaha dan pengorbanan.

Qiyadah fikriyah (kepemimpinan berpikir) kita harus kita perbaiki, kita tingkatkan kualitasnya, dan kita luruskan, agar cara atau alur berpikir kita juga lurus, tidak saling mendahulukan kepentingan nafsu dan diri sendiri, dan dapat menciptakan kebersihan dan keindahan secara menyeluruh dalam hidup kita.

Rasa haus akan ilmu terutama ilmu agama perlu kita miliki untuk bisa meningkatkan kualitas qiyadah fikriyah kita.

Semangat untuk menimba ilmu ini sudah seharusnya dimiliki oleh setiap muslim, tidak pandang usia apakah dia masih muda atau sudah tua.

Tentunya kita semua menginginkan bersih yang menyeluruh itu kan ya?

Untuk itu, ayo take action sekarang juga mewujudkan lingkungan fisik, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang bersih.

Vakum dari usaha untuk mewujudkan itu semua? Jangan sampai deh.

Watak seorang pejuang harus kita tanamkan di dalam diri kita.

X-factor atau faktor X tidak akan tumbuh pada orang yang hanya berdiam diri saja.

You are a masterpiece, sangat disayangkan jika tidak sampai menorehkan prestasi apapun karena kita adalah mahakarya Allah yang sangat spesial.

Zaman dahulu atau masa depan tidak ada orang yang 100% sama seperti kita. So, berprestasilah Sobat!
***

Nah, gimana Sobat? Asik tho? Belajar sambil bermain kata nih. Ada tantangan tersendiri lho. Coba deh kalau gak percaya.

Salam sukses dunia akhirat Sobat.. []
Back To Top