Tempatnya Berbagai Info Penulis

Minggu, 09 Oktober 2022

Pengertian, Proses Terjadi, Kriteria dan Sifat Stratifikasi Sosial

Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial merupakan istilah yang menunjukkan perbedaan kelas dalam masyarakat. Secara etimologi stratifikasi diambil dari bahasa Yunani ‘Stratum’, yang berarti lapisan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Stratifikasi adalah pembedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat ”hierarkis” , yang diwujudkan dalam kelas tinggi, kelas sedang dan kelas rendah. Stratifikasi sosial sering disebut juga pengelompokan secara vertikal. Sistem lapisan dalam masyarakat merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakatyang hidup teratur.

Perbedaan kedudukan akan menimbulkan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial dalam masyarakat. Yang perwujudan dari adanya stratifikasi sosial adalah adanya perbedaan golongan tingkat kedudukan atau kelas. Adanya tingkat kedudukan atau sistem berlapis-lapis dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya melalui proses pertumbuhan masyarakat, tetapi dapat pula terjadi dengan sengaja disusun bersama untuk mengejar tujuan bersama.

Beberapa pengertian stratifikasi sosial menurut para ahli adalah sebagai berikut :

  • Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial adalah suatu ciri khas yang tetap pada setiap kelompok sosial yang berjalan teratur. Stratifikasi sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas dengan skala bertingkat.
  • Menurut Bruce J. Cohen, stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.
  • Menurut Max Weber, stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese, dan prestise.
  • Menurut Astrid S. Susanto, stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antar manusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal maupun horizontal dalam masyarakat.
  • Menurut Soerjono Soekanto, stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan berbeda-beda secara vertikal. Biasanya stratifikasi didasarkan pada kedudukan yang diperoleh melalui serangkaian usaha perjuangan.

Proses Terjadinya Stratifikasi Sosial

Proses terjadinya stratifikasi sosial dapat dibedakan atas 2, yakni :

  • Terbentuk dengan sendirinya, biasanya diakibatkan karena kepandaian, tingkat umur, sifat keaslian keanggotaan dan kepemilikan harta yang diwariskan.
  • Sengaja disusun, biasanya berkaitan dengan pembagian kekuasaan dan wewenang resmi dalam organisasi formal.

Kriteria Terbentuknya Stratifikasi Sosial

Ada beberapa kriteria atau ukuran yang biasa dijadikan dasar terbentuknya stratifikasi sosial, kriteria ini adalah :

Kekayaan

Kekayaan (materi) dapat dijadikan kriteria dalam penempatan individu ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada. Kekayaan bisa dilihat harta benda dan barang berharga seperti rumah, kendaraan, dan pakaian. Biasanya seseorang yang memiliki kekayaan paling banyak akan tergolong laposan teratas dalam stratifikasi sosial, sebaliknya yang tidak memiliki kekayaan atau sedikit digolongkan ke dalam lapisan yang rendah.

Kekuasaan

Seseorang yang mempunyai kekuasaan paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat. Jika kekuasaan yang dimiliki tinggi maka akan dibandang lebih hormat, berbeda jika kekuasaan yang dimiliki rendah.

Kehormatan

Orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dalam sistem pelapisan sosial masyarakat. Ukuran kehormatan sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka yang mempunyai jasa banyak kepada masyarakat, para orang tua atau orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur akan dihormati dan disenagi masyarakat.

Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan juga dijadikan sebagai ukuran dalam pelapisan sosial di masyarakat. Semakin tinggi pendidikan yang dimiliki, semakin tinggi pula kedudukan sosial dalam masyatakat. Prestasi pendidikan tinggi yang diperoleh seseorang akan menempatkan posisi sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan pendidikan tinggi.

Sifat-Sifat Stratifikasi Sosial

Secara umum sifat stratifikasi sosial dapat dibagi menjadi 3,yakni :

Stratifikasi Terbuka

Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi dimana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah dari satu tingkatan ke tingkatan yang lain, entah itu naik atau turun. Dalam stratifikasi ini akan terdapat kompetisi untuk mencapai lapisan yang diinginkan.

Stratifikasi Tertutup

Stratifikasi sosial tertutup adalah stratifikasi dimana tiap anggotanya tidak dapat berpindah ke tingkatan yang lebih tinggi atau lebih rendah. Satu-satunya cara untuk mendapat lapisan tersebut hanya melalui kelahiran. Contoh stratifikasi tertutup dapat ditemukan di India, dimana mereka masih menganut sistem kasta.

Stratifikasi Campuran

Stratifikasi sosial campuran adalah gabungan antara stratifikasi sosial terbuka dan tertutup. Untuk dapat berpundah ke lapisan sosial yang lain, seseorang harus pindah ke daerah yang lapisan sosialnya lebih berkarakter terbuka.

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top