Tempatnya Berbagai Info Penulis

Tampilkan postingan dengan label Pengantar Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar Bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2022

Pengertian, Jenis, dan Karakteristik Franchise (Waralaba)

 


Pengertian Franchise (Waralaba)

Secara etimologi kata franchise berasal dari bahasa Perancis ‘francher’ yang memiliki arti membebaskan, secara umum diartikan sebagai pemberian hak istimewa. Karena itu pengertian franchise diinterpretasikan sebagai pembebasan tertentu atau kemungkinan untuk melaksanakan tindakan tertentu yang untuk orang lain dilarang.

Dalam bahasa Indonesia, istilah franchise dipakai sebagai padanan “waralaba”. Waralaba terdiri atas dua kata yakni ‘wara’ yang artinya lebih atau istimewa dan ‘laba’ yang artinya untung. Sehingga istilah waralaba dapat diartikan sebagai usaha yang memberikan untung lebih atau laba istimewa. Istilah waralaba dikenal di Indonesia sejak tahun 1980-an, dipelopori oleh perusahaan-perusahaan multinasional.

Dalam Peraturan Pemerintah RI No. 42 Tahun 2007 tentang waralaba, dalam pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa “Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.”

Sedangkan Asosiasi Franchise Indonesia mendefinisikan franchise sebagai suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu dan area tertentu.


Waralaba pada dasarnya adalah perjanjian mengenai metode pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen, dimana franshisor (pemilik merek) memberikan lisensi kepada franchisee (penerima warabala) untuk mendistribusikan barang atau jasa dibawah nama dan identitas franchisor dalam waktu dan wilayah tertentu, dan dijalankan sesuai dengan metode dan tata cara atau prosedur yang ditetapkan oleh franchisor.

Untuk dapat lebih mengetahui pemahaman tentang franchise, alangkah baiknya anda mengenal istilah-istilah yang berhubungan dengan bisnis franchise, antara lain :


Franchisor (pewaralaba), adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan menggunakan hak atas suatu waralaba. Franchisor dapat memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan menggunakan hak atas suatu brand dan material-material yang berhubungan dengan brand tersebut.

Franchisee, adalah seseorang atau badan yang menerima hak atas waralaba dari pemilik bisnis waralaba. Franchisee diberikan hak untuk memanfaatkan dana atau menggunakan hak atas suatu brand dan material-material yang berhubungan dengan brand tersebut yang dimiliki pemberi waralaba.

Franchise fee, adalah biaya yang harus dibayarkan dimuka (oleh francishee kepada franchisor) sebelum gerai waralaba mulai beroperasi. Biaya tersebut seperti biaya lisensi atau hak untuk menggunakan merek yang diwaralabakan.

Royalti fee, adalah biaya yang harus dibayarkan dalam jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan setelah bisnis waralaba berjalan. Royalti fee merupakan biaya uang yang harus dibayarkan berdasarkan jangka waktu tertentu yang merupakan presentasi dari total penghasilan yang diterima pihak franchisee.

Jenis-Jenis Franchise (Waralaba)

Franchise atau waralaba dapat dibedakan menjadi tiga bentuk,yaitu sebagai berikut :

Product Franchising

Product franchising adalah suatu waralaba yang franchisor-nya memberikan hak kepada franchisee untuk menjual produk-produk berdasarkan brand tersebut. Jadi product franchising, penerima hak waralaba hanya bertindak mendistribusikan saja produk dari franchisor dengan pembatasan area tertentu.

Manufacturing franchises

Manufacturing franchises adalah suatu waralaba yang franchisor memberikan know-how dari sautu proses produksi. Franchisee nantinya memasarkan barang-barang itu dengan standar produksi dan merek seperti yang dimiliki franchisor. Bentuk franchise jenis ini contohnya pada minuman soft dring seperti coca-cola dan pepsi.

Business format franchising

Business format franchising adalah suatu waralaba yang franchisee-nya mengoperasikan suatu kegiatan bisnis dengan memakai nama franchisor. Franchisee diakui sebagai anggota kelompok yang berusaha dalam bisnis ini, sebagai imbalan dari penggunaan nama franchisor maka franchisee harus mengikuti metode-metode standar pengoperasian dan berada dibawah pengawasan franchisor. Contoh waralaba jenis ini sepeti KFC dan Pizza Hut.

Karakteristik Franchise (Waralaba)

Beberapa karakteristik bisnis waralaba antara lain :

  • Ada suatu perjanjian (kontrak) tertulis, yang mewakili kepentingan seimbang antara franchisor dan franchisee.
  • Franchisor hari memberikan pelatihan dalam segala aspek bisnis yang akan dimasukinya.
  • Franchisee diperbolehkan (dalam kendali franchisor) beropesasi dengan menggunakan merek dagang, format atau prosedur serta segala nama baik yang dimiliki franchisor.
  • Franchisee harus mengadakan investasi yang berasal dan sumber dananya sendiri atau dengan dukungan sumber dana lain.
  • Franchisee bergak secara penuh mengelola bisnisnya sendiri.
  • Franchisee membayar fee atau royalty kepada franchisor atas hak yang didapatnya dan atas bantuan yang terus menerus diberikan oleh franchisor.
  • Franchisee bergak memperoleh daerah pemasaran tertentu dimana ia adalah satu-satunya pihak yang berhak memasarkan barang atau jasa yang dihasilkannya.
  • Transaksi yang terjadi antara franchisor dengan franchisee bukan merupakan transaksi yang terjadi antara cabang dari perusahaan induk yang sama, atau antara individu dengan perusahaan yang dikontrolnya.

Selasa, 18 Oktober 2022

Pengertian Passive Income dan Contohnya

passive income

Pengertian Passive Income

Belakangan ini Passive Income merupakan istilah yang sering dibicarakan oleh generasi milenial. Banyak anak muda zaman sekarang yang berjuang membangun passive uncome untuk mendapatkan uang tambahan.  Kebutuhan yang semakin meningkat dan harga barang semakin tinggi, membuat banyak orang mulai mencari pendapatan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, passive income memiliki arti pendapatan pasif.  Sederhananya passive income adalah pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dengan melakukan aktivitas yang minim bahkan tidak ada sama sekali. Passive income merupakan cara membantu mendapatkan uang tanpa harus banyak melakukan aktivitas. Membangun passive income berarti berusaha membuat uang atau asset yang dimiliki bekerja untuk kita dan menghasilkan uang.

Passive income merupakan dambaan banyak orang, karena dengan adanya passive income seseorang meskipun tidur pun bisa mendapatkan penghasilan. Penghasilan akan terus masuk, tidak bergantung pada aktif atau tidaknya kita.

Biasanya untuk memulai passive income dengan melakukan investasi awal, yang umumnya tidak hanya mengumpulkan banyak uang, namun juga harus bisa kerja keras dan banyak melakukan riset. Apabila passive income ini sudah terbangun, anda tinggal duduk manis menikmati aliran pendapatan tanpa harus melakukan banyak aktivitas lagi. Passive income bisa didapatkan melalui berbagai cara, seperti berinvestasi, sewa properti, dan kegiatan lainnya yang mampu memberikan aliran uang tanpa kerja yang substansional.

Beberapa Contoh Passive Income

1. Membangun Sebuah Blog

Membuat blog merupakan kegiatan umum bagi generasi milenial zaman sekarang. Blogging adalah salah satu cara menjadikan passion dan minat sebagai penghasilan tambahan. Anda tinggal membuat tulisan atau artikel yang anda sukai dan minati kemudian posting. Apapun topik yang ada tulis, pasti akan ada audiens yang tertarik membacanya.

Lalu darimana sebuah blog dapat mendatangkan pundi-pundi uang??? Dalam dunia blogging ada sistem periklanan yang disebut adsense. Dengan menghubungkan blog dengan Google Adsense, Anda akan memperoleh penghasilan tiap ada orang yang mengklik iklan yang terpasang di blog Anda. Meskipun per kliknya tidak terlalu besar namun nominalnya lumayan untuk penghasilan tambahan (Berdasarkan pengalaman penulis sendiri, per klik iklan bisa memperoleh Rp500-Rp2000). Bayangkan jika blog anda memiliki pengunjung tetap setiap hari 1000, asumsikan 1% dari pengunjung Anda mengklik iklan di blog anda. Maka sehari dapat diasumsikan Anda mendapatkan penghasilan Rp5.000-Rp20.000 tanpa melakukan apa-apa, dan dalam sebulan bisa mendapatkan Rp600.000. Nilai yang cukup besar dengan hanya menulis dan duduk manis bukan?.

Mendapatkan passive income melalui blog memiliki kelebihan seperti terus mendatangkan pengunjung dan bebas bahasan topik. Namun juga memiliki beberapa kekurangan, anda memerlukan ketekunan untuk membangun blog supaya memiliki pengunjung tetap yang besar, selain itu persaingan antar blogger saat ini semakin ketat.

2. Investasi Saham dan Redaksana

Investasi merupakan cara mendapatkan passive income yang paling sedikit mengeluarkan usaha dibandingkan cara lainnya. Investasi memberikan ruang bagi uang bekerja untuk kita. Investasi paling populer adalah investasi saham, obligasi, dan redaksana. Hal yang terpenting dalam berinvestasi adalah menentukan tujuan dan target waktu investasi, barulah menentukan produk investasi yang cocok.

Di zaman yang semakin maju ini, investasi semakin mudah dilakukan, banyak aplikasi yang menawarkan investasi dengan nominal yang rendah, bahkan mulai Rp10.000 saja.

3. Penyewaan Properti

Jasa penyewaan properti adalah passive income yang cukup menjanjikan. Apabila anda memiliki rumah, unit apartemen, atau bangunan yang tidak terpakai anda bisa memanfaatkannya sebaga sumber income. Anda bisa menjadikan rumah anda sebagai tempat kos. Bayangkan saja anda memiliki rumah dengan 10 kamar yang tidak terpakai, dengan harga kos tiap bulan Rp500.000, maka anda sebagai pemilik kos akan bisa mendapatkan Rp5.000.000 per bulan.

Selasa, 26 Juli 2022

Pengertian, Konsep, dan Karakteristik Kewirausahaan

A. Pengertian Kewirausahaan

Secara harfiah, wira artinya utama, gagah, luhur, berani, teladan atau pejuang. Sedangkan usahana adalah kegiatan yang dilakukan terus menerus dalam mengelola sumber daya yang ada untuk menghasilkan barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan. Jadi secera sederhana wirasuaha seseorang yang melakukan membuat suatu produk, dan merencanakan segala sesuatu didalamnya untuk mendapatkan keuntungan/

Istilah kewirausahaan merupakan padanan kata dari bahasa inggris yakni entrepreneurship. Kata entrepreneurship sendiri berasal dari bahasa prancis, enterprende yang berarti petualang, pencipta, dan pengelola usaha. Kewirausahaan atau kewiraswastaan adalah kemampuan seseorang untuk berani mengambil resiko dengan menginvestasikan dan mengorbankan waktu, uang, dan usaha untuk membangun suatu usaha dan menjadikannya berhasil. Melalui upaya yang dijalankan, seorang wirausahawan merencanakan dan mengharapkan keuntungan disamping kepuasan.

Kewirausahaan bukanlah hal mudah, karena banyak tantangan. Tidak semua orang bisa memiliki sifat kewirausahaan. Wirausahawan adalah sosok multitalenta yang memahami banyak hal, karena pastinya usaha yang dibangunnya akan berhadapan dengan berbagai macam masalah. Apalagi kewirausahaan adalah kegiatan yang sifatnya dinamis. Apa yang direncanakan belum tentu sesuai dengan yang diharapkan. Orang yang berhasil menjalankan wirausaha harus siap dengan berbagai perubahan yang akan dialaminya.

Beberapa pengertian kewirausahaan menurut para ahli:

Menurut Siswanto Sudomo, kewirausahaan adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat bekerja keras dan berkorban, memusatkan segala daya serta berani mengambil resiko untuk mewujudkan gagasannya.

Menurut Soeharto Prawiro, kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai dan mengembangkan usaha.

Menurut Zimmerer, kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.

Menurut A. Pekerti, kewirausahaan adalah kemampuan seseorang dalam mendirikan, mengatur, mengembangkan dan melembagakan perusahaan yang dimilikinya.

Menurut Intruksi Presiden Nomor 4 Tahun 1995, Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

B. Konsep Kewirausahaan

1. Agility/Kelincahan

Dari segi fisik kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah arah/gerakan dengan cepat dan tepat pada waktu ia bergerak tanpa kehilangan keseimbangan. Sedangkan ditinjau dari kewirausahaan, kelincahan adalah kecepatan dan kemampuan belajar dan beradaptasi pada hal baru.

2. Endurance (Daya Tahan)

Endurance adalah kemampuan ketahanan terhadap kelelahan dan cepat pulih kembali dari kelelahan. Dalam hal ini, endurance berkaitan dengan ketahanan terhadap tekanan pada kapasitas melakukan tugas menerus. Daya tahan sebuah bisnis biasanya didukung oleh produksi dan penjualan yang tetap lancar.

3. Kecepatan

Kecepatan adalah kemampuan dalam melakukan gerakan berkesinambungan dalam waktu yang singkat. Wirausahawan harus memiliki kecepatan dalam hal inovasi untuk maju menjawab tantangan pasar dan mampu melebihi pesaingnya.

4. Fleksibilitas

Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan kehidupan dimanapun tempatnya. Seorang wirausahawan harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Dimanapun tempat dan kondisinya, harus bisa memaksimalkan potensi yang ada untuk melakukan proses usaha.

5. Strength (kekuatan)

Kekuatan merupakan salah satu unsur fisik yang sangat penting dalam merespon kewirausahaan, karena membantu meningkatkan komponen kecepatan, kelincahan dan ketetapatan. Selain kekuatan fisik, seorang pelaku wirausaha juga memerlukan kekuatan mental.

C. Karakteristik Kewirausahaan

1. Desire of Responsibility, yakni memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu self aware atau mawas diri.

2. Preference for Moderate Risk, yaitu lebih memiliki resiko yang moderat, atau resiko yang sedang, tidak terlalu tinggi atau rendah.

3. Convidence in their ability to success, yaitu percaya akan kemampuan diri untuk berhasil.

4. Desire for immediate feedback, yaitu keinginan untuk segera mendapatkan umpan balik.

5. High level of energy, yaitu memiliki energi semangat yang tinggi dan kerja keras untuk mewujudkan cita-cita demi masa depan yang baik.

6. Future orientation, yaitu berorientasi pada masa depan, perspektif dan berwawasan jauh kedepan.

7. Skill at organizing, yaitu memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.

8. Value of Achievement over money, yaitu selalu menilai prestasi dengan nilai uang.

Sabtu, 09 Juli 2022

Ruang Lingkup Bisnis : Pengertian dan Tujuan Bisnis



Pengertian Bisnis

Secara sederhana bisnis merupakan aktivitas atau pekerjaan yang dapat memberikan laba atau keuntungan bagi seseorang. Secara historis kata “bisnis” diambil dari bahasa inggris “bussines” yang berarti sibuk.  Dalam hal ini sibuk memiliki arti mengerjakan aktivitas atau pekerjaan yang memberikan keuntungan.

Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang menciptakan atau menambah nilai melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui proses jual beli. Aktivitas bisnis dapat dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok, yang didalamnya meliputi kegiatan produksi, pertukaran kebutuhan, kegiatan distribusi, serta konsumsi dengan tujuan mendapatkan laba.

Terdapat beberapa pendapat ahli mengenai definisi bisnis, adapun beberapa pengertian bisnis menurut para ahli antara lain :

  1. Menurut Kismono, bisnis merupakan proses sosial yang dilakukan oleh setiap individu atau kelompok melalui proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan dan keinginan akan suatu produk tertentu yang memiliki nilai atau memperoleh manfaat atau keuntungan.
  2. Menurut Peterson, bisnis merupakan serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan penjualan ataupun pembelian barang dan jasa secara konsisten.
  3. Menurut Raymond E. Glosh, bisnis adalah perusahaan, yaitu organisasi yang memproses perubahan keahlian dan sumber daya ekonomi menjadi barang dan jasa bagi pemuasan kebutuhan konsumen, serta diharapkan akan memperoleh laba bagi pemiliknya.
  4. Menurut Griffin dan Ebert, bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa dan dibuat untuk mendapatkan laba.

Dari beberapa pendapat ahli diatas bisa disimpulkan bahwa bisnis adalah kegiatan yang dilakukan perorangan atau kelompok yang memiliki tujuan mencari laba dengan memproduksi barang/jasa dan menjualnya.

Tujuan Bisnis

Tujuan utama sebuah bisnis didirikan atau dilaksanakan adalah mencari laba. Selain mencari laba, terdapat beberapa tujuan lain kenapa bisnis dijalankan, jika diperinci lahi tujuan menjalankan bisnis antara lain :

-. Memperoleh Keuntungan (Profit)

Sudah diketaui oleh banyak orang tujuan utama seseorang membangun bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan. Sebagian besar perusahaan ataupun pelaku bisnis akan mencari keuntungan dari bisnis yang dijalankannya.

- Mendapatkan Prestasi

Tidak bisa dipungkiri jika sebuah bisnis usaha dibangun memliki tujuan untuk mendapatkan prestasi. Prestasi adalah suatu bentuk pengakuan, biasanya prestasi yang diharapkan adalah usaha tersebut dipercaya oleh masyarakat, dari segi produk yang memiliki kualitas unggul maupun pelayanannya.

- Menyediakan Kebutuhan Masyarakat

Selain ingin mendapatkan keuntungan, bisnis dibangun juga dibangun untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan masyarakat. Kebutuhan masyarakat tidak akan dapat dipenuhi jika tidak ada yang memproduksi barang atau jasa. Bisnis sendiri didalamnya juga melakukan kegiatan produksi barang dan jasa.

- Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan produksi barang dan jasa ekonomi dari satu periode ke periode lainnya. Kegiatan bisnis dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi karena dengan adanya bisnis akan menambah kegiatan produksi yang ada di masyarakat, nantinya ini akan berperan dalam naiknya PDB (Produk Domestik Bruto) lalu pada pertumbuhan ekonomi.

- Meningkatkan Lapangan Pekerjaan

Bisnis dijalankan apabila sendiri akan mengalami kesulitan apabila dijalankan sendirian, tentunya bisnis akan lebih mudah dijalankan secara berkelompok. Ini tentunya akan membuka terbukanya lapangan pekerjaan baru dimasyarakat. Semakin banyak bisnis yang ada maka semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang tersedia. Bertambahnya lapangan pekerjaan dapat dilakukan dengan membangun atau mengembangkan sebuah bisnis.

Jumat, 15 Oktober 2021

Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan



Etika Bisnis

Etika adalah ilmu yang berkenaan dengan apa yang baik dan yang buruk, atau berkenaan tentang kewajiban moral. Etika sendiri bersumber dari moralitas yang merupakan nilai tentang bagaimana menjalani hidup secara baik sebagai manusia.

Dalam lingkungan bisnis atau perusahaan, etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral yang dijadikan sebagai pedoman berperilaku dalam menjalankan suatu organisasi atau usaha. Etika bisnis sangat penting bagi perusahaan untuk mempertahankan loyalitas dan image dari pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan perusahaan. Praktik bisnis yang tidak etis dapat menyebabkan turunnya image perusahaan. Hal ini nantinya akan berdampak pada aktivitas perusahaan dimasa yang akan datang.

Dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis menurut Von der Embse dan R.A Wagley (1988)  terdapat 3 pendekatan yakni :

1. Utilitarian Approach

Pendekatan ini berpendapat bahwa setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, seseorang harus mengikuti cara yang dapat memberikan manfaat besar kepada masyarakat,tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.

2. Individual Right Approach

Pendekatan ini berpendapat bahwa setiap individu dalam tindakan dan tingkah lakunya memiliki dasar yang harus dihormati. Tetapi tindakan dan tingkah laku yang dilakukan harus dihindari apabila akan menyebabkan terjadinya benturan dengan hak orang lain.

3. Justice Approach

Setiap pembuat keputusan memiliki kedudukan yang sama, seperti bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan maupun kelompok. Pendekatan etika bisnis ini akan memberikan keuntungan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Corporate Social Responsibility (CSR) atau dalam bahasa Indonesia tanggung jawab sosial perusahaan adalah wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan berada. Tanggung jawab sosial perusahaan adalah suatu komitmen berkelanjutan dari sebuah perusahaan untuk bertindak etis dan memberikan konstribusi pada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat maupun masyarakat luas, serta para karyawan perusahaan. Dalam artian lebih luas tanggung jawab sosial perusahaan adalah tanggung jawab terhadap pelanggan, karyawan, dan kreditor.

1. Tanggung Jawab Sosial Kepada Pelanggan

Tanggung jawab kepada pelanggan tidak hanya menyediakan barang atau jasa, tetapi juga tanggung jawab ketika memproduksi dan menjualnya. Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membuat produk yang aman dan tidak merugikan pelanggan. Perusahaan dapat melaksanakan tanggung jawab sosial kepada pelanggan dengan menciptakan kode etik, memonitor keluhan pelanggan serta menanyakan kepada pelanggan masukan mengenai produk.

2. Tanggung Jawab Sosial Kepada Karyawan

Perusahaan bertanggung jawab atas karyawan terkait pemberian rasa aman, perlakuan yang wajar dari karyawan lain, serta kesempatan yang sama bagi setiap karyawan. Pemberian rasa aman pada karyawan dapat melindungi karyawan dari kecelakaan kerja dan mampu meningkatkan kualitas dalam bekerja. Saat ini telah banyak perusahaan menciptakan prosedur keluhan bagi karyawan yang merasa mendapat perlakuan kurang wajar atau tidak diberi kesempatan yang sama.

3. Tanggung Jawab Sosial Kepada Saham

Tanggung jawab perusahaan kepada pemegang saham terkait dengan kepuasan pemegang saham. Perusahaan harus bisa meyakinkan pemagang saham bahwa keputusan yang diambil untuk meningkatkan nilai perusahaan. Selain itu perusahaan juga harus menyediakan informasi  pada para investor mengenai tingkat harga saham dan keuntungannya.

4. Tanggung Jawab Sosial Kepada Kreditur

Tanggung jawab ini berkaitan dengan masalah keuangan dan kewajiban perusahaan yang belum dilunasi. Apabila terdapat masalah keuangan perusahaan harus memberitahu kreditur agar kreditur bersedia memperpanjang jatuh tempo pelunasannya.

5. Tanggung Jawab Sosial Kepada Lingkungan

Berkaitan dengan menjaga kelestarian lingkungan,seperti dengan mencegah aktivitas perusahaan yang menyebabkan polusi disekitar area usaha.

6. Tanggung Jawab Sosial Kepada Komunitas

Perusahaan dapat melaksanakan tanggung jawabnya kepada komunitas dengan membantu kelompok sosial lokal, juga bisa memberikan sarana pendidikan, kesehatan, atau pengadaan infrastruktur yang dibutuhkan komunitas.

Back To Top