Tempatnya Berbagai Info Penulis

Kamis, 23 Juni 2022

Pengendalian Persediaan Economic Order Quantity (EOQ)

Economic Order Quantity (EOQ) atau dalam bahasa Indonesia Kuantitas Pemesanan Ekonomis adalah jumlah pembelian persediaan paling ekonomis untuk dilakukan pada setiap kali pembelian. Tujuan metode EOQ mencapai tingkat persediaan yang seminimum mungkin, biaya rendah dan mutu yang lebih baik. Secara umum EOQ merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mengoptimalkan biaya yang dikeluarkan perusahaan mengenai kuantitas pembelian persediaan, sehingga perusahaan mampu menyeimbangkan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Analisis EOQ tergolong metode yang mudah digunakan dengan mudah dan praktis. Dengan penerapan EOQ perusahaan akan mampu mengurangi biaya penyimpanan, penghematan ruang, dan menyelesaikan masalah akibat dari banyaknya persediaan yang menumpuk.

Dalam penggunaan metode EOQ ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi. Metode ini disebut ukuran lot yang digunakan untuk pengelolaan independent demand inventory dan didasarkan pada beberapa asumsi. Beberapa asumsi tersebut anatara lain :

- Permintaan dikenal dan deterministik, atau konstan.

- Lead time (waktu antara pemesanan sampai pesanan datang) harus tetap

- Tidak ada kejadian persediaan habis atau stock out

- Material dipesan dalam paket atau lot dan pesanan datang pada waktu yang bersamaan serta tetap dalam bentuk paket.

- Harga per unit tetap dan tidak ada perubahan harga

- Besar carrying cost tergantung secara garis lurus dengan rata-rata jumlah inventory

- Besar ordering cost atau set up cost tetap untuk setiap lot yang dipesan

- Item merupakan produk satu macam dan tidak ada hubungannya dengan produk lain

Perhitungan Economic Order Quantity (EOQ)

Rumus EOQ adalah :

Rumus EOQ

Keterangan :

R       : Kuantitas yang diperlukan selama periode tertentu

S       : Biaya pesanan setiap kali pesan

P       : Harga bahan per unit

I        : Biaya penyimpanan bahan baku (umumnya dinyatakan dalam satuan %)

PI      : Besarya biaya penyimpanan bahan baku per unit

Frekuensi Pembelian

Metode EOQ mengacu pada penentuan jumlah yang sama setiap kali pembelian. Oleh karena itu banyaknya frekuensi pembelian dalam satu tahun dapat diketahui degan membagi kebutuhan bahan dalam satu tahun dengan jumlah pembelian tiap kali melakukan pemesanan (EOQ). Maka apabila dirumuskan dinotasikan dengan :

Rumus Frekuensi Pembelian dalam EOQ
Keterangan :

I        : Frekuensi pemesanan dalam satu tahun

D       : Jumlah kebutuhan bahan selama satu tahun

EOQ : Jumlah pembelian optimal bahan sekali pesan

Persediaan Pengaman (Safety Stock)

Persediaan pegaman atau safety stock adalah suatu persediaan yang dicadangkan sebagai pengaman dari kelangsungan proses produksi untuk menghindari terjadinya kekurangan barang. Safety stock diperlukan karena dalam kenyataannya jumlah bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi tidak selalu tepat seperti yang direncanakan. Secara sederhana safety stock bisa diartikan sebagai jumlah minimal persediaan yang harus selalu ada dalam setiap periode guna mengantisipasi terjadinya keterlambatan pada proses produksi akibat ketidaksesuaian persediaan.

Untuk menghitung besarnya safety stock dapat memakai cara relatif dengan menggunakan metode perbedaan pemakaian maksimum rata-rata. Apabila dinotasikan maka :

Rumus Safety Stock

Lead Time

Lead time atau waktu tunggu adalah tenggang waktu yang diperlukan sejak pemesanan sampai datangnya bahan baku. Waktu tunggu ini bisa bersifat konstan dan juga probabilistik. Dalam keadaan EOQ lead time diasumsikan konstan. Lead time muncul karena setiap pemesanan pasti membutuhkan waktu dan tidak semua pesanan dapat dipenuhi secara seketika.

Waktu tunggu perlu diperhatikan karena berkaitan erat dengan penentuan saat pemesanan kembali (reorder point). Lead time biasanya diketahui dari waktu tunggu pemesanan-pemesanana sebelumnya yang pernah dilakukan. Para penyedia bahan baku menyerahkan bahan baku yang dipesan bisa tepat waktu atau terlambat. Apabila sering terlambat berarti perlu safety stock yang besar, sebaliknya apabila biasanya tepat waktu maka tidak perlu safety stock yang besar.

Reorder Point (Titik Pemesanan Kembali)

Reorder point adalah titik tertentu dimana perusahaan harus melakukan pemesanan kembali, sehingga datangnya pemesanan tersebut tepat dengan persediaan 0 ( metode EOQ). Beberapa faktor yang mempengaruhi reorder point adalah lead time, stock out cost (Biaya karena keterlambatan bahan baku) dan extra carrying cost (Biaya karena kedatangan bahan baku terlalu awal). Reorder point dapat ditentukan dengan menggunakan rumus :

Rumus Reorder Point
Keterangan :

LT     : Lead Time

AU    : Average Usage atau pemakaian rata-rata (biasanya pemakain bahan baku per hari kerja)

SS     : Safety Stock

Total Inventory Cost (Total Biaya Persediaan)

Total inventory cost adalah jumlah biaya persediaan yang harus dikeluarkan. Total inventory cost sendiri adalah gabungan dari carrying cost (biaya pemeliharaan) dan ordering cost (biaya pemesanan), maka apabila dinotasikan menjadi.

Rumus Total Inventory Cost

Keterangan :

TIC   : Total Inventory Cost

TOC  : Total Ordering Cost

TCC  : Total Carrying Cost

D       : Jumlah kebutuhan bahan per tahun

Q       : Jumlah unit yang dipesan tiap kali pemesanan

S       : Biaya pesanan tiap kali pemesanan

H       : Biaya unit penyimpanan per tahun

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top